Peran Anda sebagai orang tua dalam mengembangkan fungsi otak anak tidak hanya pada masa janin, tetapi sampai masa kanak-kanak. Sebab, orangtua adalah guru pertama dan utama bagi otak anak. Apa saja yang dapat Anda lakukan agar kecerdasan anak terangsang untuk berkembang secara optimal?
Berdasarkan penelitian para ahli, kecepatan pertumbuhan otak manusia mencapai puncaknya dua kali, yaitu pada masa janin di usia kehamilan minggu ke 15 sampai 20, dan pada usia kehamilan minggu ke 30 sampai bayi berusia 18 bulan.
Dua masa di atas merupakan saat paling penting bagi orang tua untuk berperan aktif dalam merangsang kecerdasan otak. Sebab rangsangan yang diberikan pada usia ini dapat mengubah ukuran maupun fungsi kimiawi dari otak. Karena itu selain asupan gizinya harus diperhatikan, kesempatan seluas mungkin untuk melakukan eksplorasi dengan memegang, melempar, mendorong, menarik dan bereksperimen, harus Anda berikan.
Apa saja yang dapat dilakukan orang tua?
1. Jangan meletakkan anak dalam boks terus menerus. 2. Pilihlah anak mainan edukatif sesuai perkembangan usianya. 3. Bila udara cerah bawa ia bermain di halaman atau di taman dekat rumah dan biarkan ia bebas bermain. 4. Ajak pula sesekali ke toko. 5. Minta anak melakukan tugas yang sederhana dan berilah pujian setelahnya. 6. Tetap bacakan buku cerita yang lama maupun yang baru.Jalan-jalan sekaligus mengasah otak:
Naik kereta api
Main ke pantai atau taman
Mengunjungi kebun binatang
02.59 |
Posted in
02.58 |
Posted in
Usia 12-18 bulan:
Ia kini bukan hanya sekedar berjalan, tetapi bergerak ke sana-ke mari dalam upaya menyalurkan minatnya mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah.
Minta dibantu untuk naik-turun tangga atau memanjat, membuka-tutup lemari, tempat sampah, laci, rak buku, tas sekaligus mengaduk-aduk isinya. Ia juga tampak ahli membongkar barang-barang yang masih dalam kemasan.
Perbendaharaan katanya pun semakin banyak.
Ia gemar meniru dan lebih mengenal serta tambah responsif terhadap orang lain, terutama anggota keluarga.
Mampu memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.
Usia 18-24 bulan:
Urusan naik-turun tangga semakin dikuasainya, kini ia tak butuh bantuan siapapun.
Ia pun sudah ahli menunjuk mata dan hidungnya tau anggota tubuh lainnya.
Antusias untuk makan sendiri, gemar mencoret-coret, dan penuh minat pada apa yang dikerjakan orang-orang yang lebih besar.
Secara bertahap ia pun mulai ingin dekat-dekat atau ikut bermain dengan anak lain.
Usia 2-3 tahun:
Ia mulai belajar meloncat, pertama dengan dua kaki kemudian dengan satu kaki.
Urusan memanjat semakin lihai dan semakin tinggi tempat yang dicapainya.
Ia juga sudah pandai menyusun kalimat, sudah mengerti bila diajak ‘ngobrol’, sudah penuh minat mendengarkan cerita dan coret-coretnya kini lebih memiliki bentuk. Bahkan membuat lingkaran pun ia sudah mampu.
Bermain dengan anak lain, sekarang menjadi keinginan yang sulit dibendung.
Ia kini bukan hanya sekedar berjalan, tetapi bergerak ke sana-ke mari dalam upaya menyalurkan minatnya mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah.
Minta dibantu untuk naik-turun tangga atau memanjat, membuka-tutup lemari, tempat sampah, laci, rak buku, tas sekaligus mengaduk-aduk isinya. Ia juga tampak ahli membongkar barang-barang yang masih dalam kemasan.
Perbendaharaan katanya pun semakin banyak.
Ia gemar meniru dan lebih mengenal serta tambah responsif terhadap orang lain, terutama anggota keluarga.
Mampu memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.
Usia 18-24 bulan:
Urusan naik-turun tangga semakin dikuasainya, kini ia tak butuh bantuan siapapun.
Ia pun sudah ahli menunjuk mata dan hidungnya tau anggota tubuh lainnya.
Antusias untuk makan sendiri, gemar mencoret-coret, dan penuh minat pada apa yang dikerjakan orang-orang yang lebih besar.
Secara bertahap ia pun mulai ingin dekat-dekat atau ikut bermain dengan anak lain.
Usia 2-3 tahun:
Ia mulai belajar meloncat, pertama dengan dua kaki kemudian dengan satu kaki.
Urusan memanjat semakin lihai dan semakin tinggi tempat yang dicapainya.
Ia juga sudah pandai menyusun kalimat, sudah mengerti bila diajak ‘ngobrol’, sudah penuh minat mendengarkan cerita dan coret-coretnya kini lebih memiliki bentuk. Bahkan membuat lingkaran pun ia sudah mampu.
Bermain dengan anak lain, sekarang menjadi keinginan yang sulit dibendung.
00.29 |
Posted in
Si Kecil Tumbuh Sehat dan Cerdas secara Psikis
Tumbuh sehat dan cerdas seoptimal mungkin dalam rangka menyiapkan batita tangguh, merupakan tugas yang tidak kecil. Selain kesehatan harus dimonitor penuh, biak asupan gizi maupun kelengkapan vaksinasi, kecerdasannya baik cerdas kognitif (IQ) maupun cerdas emosional (EQ) juga harus diperhatikan.
Tiga tahun pertama dalam kehidupan anak, merupakan masa paling rawan. Sebab perkembangan aktivitas anak sangat besar, sementara perkembangan IQ dan EQ pun mulai tampak jelas.
Banyak orang tua merasa bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak tergantung pada gen atau bibitnya. Namun pada kenyataannya, banyak pengaruh positif yang dapat mengoptimalkan tumbuh-kembang anak, bila orang tua mau terlibat penuh dalam proses tumbuh-kembang si kecil.
Tanda-tanda Mental, Psikis dan Intelegensia Anak SehatTumbuh kembang anak dapat dilihat dari berbagai aspek. Fisik, psikis dan intelegensia. Bila kebutuhan anak untuk tumbuh-kembang secara optimal terpenuhi, maka pada usia antara 1-3 tahun, ia akan menunjukkan perkembangan-perkembangan yang sangat menakjubkan.
Selepas usia 1 tahun, si kecil tampak lebih antusias untuk belajar berjalan. Saat ini konsentrasinya hanya berpusat pada tujuan yang hendak dicapainya. Begitu keahlian berjalan dikuasainya, maka perkembangan selanjutnya menjadi sangat bervariasi.
Perkembangan Psikis Si Kecil usia 12-18 Bulan: (bersambung)
Tumbuh sehat dan cerdas seoptimal mungkin dalam rangka menyiapkan batita tangguh, merupakan tugas yang tidak kecil. Selain kesehatan harus dimonitor penuh, biak asupan gizi maupun kelengkapan vaksinasi, kecerdasannya baik cerdas kognitif (IQ) maupun cerdas emosional (EQ) juga harus diperhatikan.
Tiga tahun pertama dalam kehidupan anak, merupakan masa paling rawan. Sebab perkembangan aktivitas anak sangat besar, sementara perkembangan IQ dan EQ pun mulai tampak jelas.
Banyak orang tua merasa bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak tergantung pada gen atau bibitnya. Namun pada kenyataannya, banyak pengaruh positif yang dapat mengoptimalkan tumbuh-kembang anak, bila orang tua mau terlibat penuh dalam proses tumbuh-kembang si kecil.
Tanda-tanda Mental, Psikis dan Intelegensia Anak SehatTumbuh kembang anak dapat dilihat dari berbagai aspek. Fisik, psikis dan intelegensia. Bila kebutuhan anak untuk tumbuh-kembang secara optimal terpenuhi, maka pada usia antara 1-3 tahun, ia akan menunjukkan perkembangan-perkembangan yang sangat menakjubkan.
Selepas usia 1 tahun, si kecil tampak lebih antusias untuk belajar berjalan. Saat ini konsentrasinya hanya berpusat pada tujuan yang hendak dicapainya. Begitu keahlian berjalan dikuasainya, maka perkembangan selanjutnya menjadi sangat bervariasi.
Perkembangan Psikis Si Kecil usia 12-18 Bulan: (bersambung)
Kesehatan sangatlah penting dari segalanya?
Cari Blog Ini
ShoutMix
baca
Mengenai Saya
- Agay
- Tak kenal maka tak sayang Salam Untuk keluarga gw yang dibekasi bokap nyokap and ade-ade gw pesen gw mari kita bersatu bekerja keras dan jangan lupa yang namanya sholat biar selamat dunia akhirat.
Agay


